5 Hal Ini Dibutuhkan untuk Mencegah Turnover Karyawan Milenial dan Gen Z

Milenial dan Gen Z. Kalau dengar kata ini, mungkin yang ada di pikiran kalian adalah orang-orang yang sangat percaya diri, kompetitif, terlalu menuntut, suka sosialisasi, dan masih banyak lagi. Suka atau tidak, mereka adalah masa depan bagi bisnis dan perusahaan. Sebagai employer, kalian perlu mengeluarkan usaha lebih untuk memahami apa yang diinginkan generasi berbakat ini di masa depan atau kalian bisa mengabaikan kebutuhan mereka namun dengan risiko turnover karyawan menjadi tinggi. Ini tentunya jadi kerugian bagi perusahaan.

Menurut Deloitte, Gen Z dan milenial memiliki 3 alasan utama ketika mau keluar dari pekerjaan mereka, yaitu gaji, kesehatan mental, dan stres (burn out). Mereka juga memiliki 3 alasan utama memilih pekerjaan yang baru, yaitu work/life balance, kesempatan belajar dan berkembang, dan gaji/manfaat keuangan lainnya. Oleh karena itu, sebagai employer, kalian perlu sangat memperhatikan kekhawatiran mereka mengenai masalah ini.

Alasan turnover karyawan bagi Gen Z dan Milenial.
Alasan turnover karyawan bagi Gen Z dan Milenial. Source: Deloitte

Kesempatan untuk Belajar dan Berkembang

Jangan membuat karyawanmu merasa posisi mereka stagnant atau mereka akan mencoba untuk mendapatkan pekerjaan baru di perusahaan lain. Buat lingkungan kerja lebih nyaman dengan memperbolehkan mereka memberikan inisiatif pada pekerjaan. Selain itu, bangun protokol pembelajaran dan pengembangan yang jelas dan lengkap untuk memberikan kesempatan bagi karyawan di area yang sesuai dengan ketertarikan mereka. Lingkungan kerja yang positif dan mendukung akan membuat karyawan selalu termotivasi dan selalu berusaha memberikan yang terbaik.

Manfaat Finansial yang Lengkap Bantu Kurangi Turnover Karyawan

Generasi milenial dan Gen Z juga memiliki kekhawatiran mengenai masalah finansial sembari berusaha melakukan investasi pada pilihan kegiatan ramah lingkungan (sustainability). Tidak melulu tentang uang tunai, generasi ini akan merasa senang dengan manfaat non tunai yang bisa yang bisa membantu finansial mereka. Keuntungan finansial dari perusahaan dapat berupa:

  • Tunjangan transportasi
  • Makan siang dan cemilan gratis
  • Tunjangan kesehatan (termasuk kaca mata dan gigi)
  • Asrama bagi karyawan perantau untuk tahun pertama

Company Culture yang Inovatif dan Kolaboratif

Gen Z dan milenial mencari perusahaan yang memiliki value. Budaya perusahaan biasanya disampaikan melalui value ini. Mereka ingin berada di dalam perusahaan yang mampu menghargai karyawannya dalam hal berinovasi, berkolaborasi, dan pengembangan karyawan.

Budaya perusahaan ini bisa kalian bentuk dari hal-hal kecil seperti, makan besar bersama tim, outing/outbond. Lebih lanjut lagi, jika perusahaan memperbolehkan hubungan antara atasan dan karyawan yang baik dan bisa berbagi satu sama lain. Sehingga Gen Z dan milenial akan merasa pendapatnya bisa didengarkan dan keberadaannya juga dianggap.

Kesehatan Work/life Balance Merupakan Hal Penting

Kesehatan work/life balance menjadi sangat penting untuk generasi-generasi ini karena berkaitan dengan mental health yang juga menjadi salah satu kekhawatiran mereka. Kedua istilah tersebut sama-sama memiliki arti untuk menemukan keselarasan agar pekerjaan tidak menganggu kehidupan, hubungan, dan kebahagiaan. Banyak perusahaan, terutama perusahaan rintisan, akan meminta banyak hal pada karyawan mereka. Sebaliknya, karyawan juga akan merasa senang untuk going for extra miles jika perusahaan dapat memberikan dukungan yang setara.

Perusahaan dapat memberikan keuntungan unik bagi karyawannya untuk mendukung hal ini, seperti:

  • Jadwal kerja yang fleksibel
  • Kerja dari rumah/jarak jauh
  • Layanan antar jemput karyawan (mengurangi stres karena macet)
  • Cuti haid setiap bulan

Perusahaan dengan Misi yang Jelas

Gen Z dan milenial melihat sebuah perusahaan sebagai sumber yang kuat dan memiliki pengaruh sosial. Jika perusahaan tidak memiliki visi dan misi yang jelas, mereka akan merasa tidak memiliki arah atau tidak mampu menyamakan objektif dengan perusahaan. Generasi tersebut kemudian akan lebih cepat mengalami kebosanan atau demotivasi karena merasa pekerjaannya tidak jelas dan tidak menantang.

Swoop Business: Kurangi Turnover Karyawan dengan Manjakan Karyawanmu

Swoop Business menawarkan layanan antar-jemput karyawan untuk membantu karyawanmu mengurangi stres karena macet di perjalanan. Armada yang luas dan nyaman juga bisa membantu mereka untuk mempersiapkan pekerjaan mereka atau untuk sekedar menambah jam tidur selama di perjalanan. Kalau karyawan senang, turnover karyawan pun berkurang!

Konsultasikan kebutuhanmu dengan kami Swoop Business.